Tiga Orang Pendaki Gunung Tewas, diduga karena Hipoternia

Tiga Orang Pendaki Gunung Tewas, diduga karena Hipoternia
04 Mar

SUARAPELITA I Bandung,- Nasib naas menghadang Tiga orang pendaki gunung tewas yang bersamaan didalam tenda di Gunung Tampomas Desa Cibeureum Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang. Ketiga korban tersebut menurut Humas Basarnas Bandung Joshua Basarnahor diduga mengalami hipotermia (04/03/2019)

“Korban terbujur kaku di dalam tenda, kondisinya ketiga korban tersebut dengan keadaan sudah rusak. Sehingga saksi melihat dari jendela tenda, namun ketiga korban yang dilihat terbujur kaku, saksi pun langsung melapor ke pos pendakian,” kata Joshua.

Setelah dilakukan cros cek, lanjutnya, kebenaran berita tersebut benar korban berada di ketinggian sekitar 1.100 Mdpl. Pada TW 0303 1230 G Kansar Bandung memberangkatkan 1 Tim Rescue untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan. Dengan membawa Mobil Compartment, 1 Set Palsar HART, 1 Set Palsar Mountenering, 1 Unit Alkom dann1 Unit Tas Medis.

” Nah Saat ini tim telah melakukan evakuasi terhadap tiga orang remaja tersebut,” kata Joshua.

Setelah dilakukan pengecekan menurut Joshua, ketiga korban tersebut terbujur kaku, diduga korban terkena hipotermia. Sejauh ini untuk penyebabnya pihak Basarnas menyerahkan ke tim DVI Fi. Ketiga korban di bawa ke rsud Sumedang dalam keadaan meninggal dunia.

“Kita bekerjasama dengan pihak DVI. Dan semua korban tidak memegang identitas dan handphone korban pun tidak bisa menyala. Namun dugaan awal setelah tim mengevakuasi meninggalnya ketiga korban tersebut kerena hiportemia. Dan korban perkiraan berumur belasan tahun,” jelasnya.

“Posisi korban meringkuk sambil menahan kedinginan, di bajunya terdapat tulisan Pupupala Indramayu, untuk selanjutnya kami bekerjasama dengan tim dari Kepolisian untuk mencari tau identitas ketiga korban. Namun, kami mendapat kendaraan korban dengan nomer Polisi E 5560 PAV,” jelasnya.

Joshua pun menghimbau, untuk masyarakat yang ingin mendaki Gunung di saat musim hujan seperti ini, agar lebih waspada dan memperhatikan peralatan peralatan yang dibutuhkan, seperti sleeping bag, pengapian, tenda dan terlebih lagi APD nya harus standar.

“Saat ini lagi musim hujan, angin yang bertiup kencang, pendaki biasanya akan cepat kehilangan panas tubuhnya. Jadi potensi terkena hipotermia akan meningkat ketika pendaki juga mengenakan pakaian basah”, katanya.

Joshua menyatakan, untuk cara penanganan korban hipo yang tak sadarkan diri, agar segera dibawa kedalam tenda, agar menjaga dari angin yang berhembus, tenda juga adalah tempat yang cukup hangat ketika berada di alam bebas.

Selain itu, berbagi panas tubuh bisa dilakukan dengan cara memegang tangan atau memeluknya. Panas tubuh akan mudah berpindah ketika menempel ke tubuh lainya (kulit ketemu kulit). Pastikan Anda mengetahui etikanya ketika melakukan hal ini dan sadarkan korban dengan cara dengan menepuk-nepuk pipi atau dengan memanggil namanya.

“Ketika korban sudah sadar, bisa melakukan langkah penanganan korban hipotermia ketika sadar. Hal itu yang harus dilakukan apabila melihat orang terkena hipotermia,” ujar Joshua. (5417)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *