Suarapelita.com,- Kamera DSRL memiliki kelas-kelas yang disesuaikan dengan penggunaan kamera tersebut. Biasanya ada 4 kelas, yaitu kelas profesional, kelas semi-profesional, kelas hobi, dan kelas entry level (seperti saya). Perbedaan kelas-kelas ini tentu berpengaruh pada spesifikasi, fitur, hingga bahan-bahan pembuatnya.

Kelas profesional biasanya dipakai oleh para wartawan foto dan orang yang memang berprofesi sebagai fotografer profesional. Kelas semi-pro digunakan oleh mereka yang mencari uang dari foto namun belum seekstrim para profesional. Kelas hobi dipakai oleh mereka yang memang memotret hanya sebatas hobi untuk melepas penat. Kelas entry level diperuntukkan oleh orang yang baru saja mengenal kamera DSLR.

Lalu, apa hubungannya dengan kode kamera? Ada! Kode-kode ini menunjukkan kelas dari kamera itu apakah profesional, hobi, entry level, dan sebagainya. Misalnya kamera Nikon D70 dibanding dengan Nikon D700, atau Canon EOS 400D dengan Canon EOS 40D.

Kelas-kelas pada kamera ini bisa dilihat dari jumlah digit pada serinya. Misal seri Nikon D70 itu 2 digit, Nikon D700 itu 3 digit. Antara Nikon dan Canon, walau ada sedikit perbedaan rumus, namun intinya sama, makin kecil jumlah digitnya, makin tinggi kelasnya.

Pada kamera Nikon, pembagian kelasnya adalah seperti ini:

* Profesional: 1 digit. Contoh: D1, D1x, D1h, D2x, D2h, D3, dan D3x.
* Semi-Pro: 3 digit. Contoh: D100, D200, D300 dan D700.
* Hobi: 2 digit di atas angka 70. Contoh: D70, D70s, D80 dan D90.
* Entry Level: 4 digit dan 2 digit di bawah 70. Contoh: D3000, D5000, D40, D40x, D50 dan D60.

Makin besar angkanya, kelasnya makin tinggi. Misalnya, D90 itu kelasnya lebih tinggi daripada D70.

Pada kamera Canon, pembagiannya agak berbeda dengan Nikon, yaitu:

* Profesional: 1 digit. Contoh: 4D, 5D, 7D, dan 1D.
* Semi-Pro: 2 digit. Contoh: 30D, 40D, dan 50D.
* Hobi: 3 digit. Contoh: 300D, 350D, 400D, dan 450D.
* Entry Level: 4 digit. Contoh: 1000D.

Untuk Canon, kelas hobi dan entry level beda-beda tipis. Kemunculan 4 digit ini sebenernya varian baru dari Canon. Angka besar juga menunjukkan kelasnya lebih tinggi, misal 450D lebih tinggi kelasnya daripada 350D. Namun pengecualian untuk EOS 1D, karena EOS ini yang paling tinggi kelasnya.

Perbedaan kelas ini tentu berimbas dengan fitur dan ketahanan kamera. Kamera kelas profesional memiliki ketahanan yang kuat dan fitur-fitur yang lengkap. Kamera entry level memiliki ketahanan yang tidak seekstrim kelas profesional dan fitur-fiturnya tidak selengkap pada kamera profesional. Harganya pun jadi beda jauh juga.

Ada anekdot yang sering jadi bahan “rujukan” untuk mengetahui segmen pasar mana yang dituju kamera tersebut. Caranya, pada brosur resmi produsen, jika pada brosurnya ada foto anak kecil, liburan keluarga, dan sebagainya, berarti kamera itu adalah kelas entry level atau consumer level. Kalau di brosurnya ada foto model-model cantik, maka itu adalah midrange-level. Kalau di brosurnya ada banyak foto-foto fashion, artistik, landscape, dan sebagainya, maka itu adalah kamera kelas profesional. (Fotogrfi)