DODI KURNAEDI.S.Pd.i. : DI TIGA BULAN AWAL MENJABAT AKAN TINGKATKAN NILAI SOSIAL DAN BUDAYA.

DODI KURNAEDI.S.Pd.i. : DI TIGA BULAN AWAL MENJABAT AKAN TINGKATKAN NILAI SOSIAL DAN BUDAYA.
14 Mar

 

 

 

Suarapelita.com,Desa Sayang Jatinangor Sumedang rabu/13/03/2019.

 

 

 

Di Tri wulan awal kembali mengemban dua periode amanah dari masyarakat desa Sayang kecamatan Jatinangor kabupaten Sumedang, Dodi Kurnaedi.S.pd.i., akan data ulang tentang sosial dan budaya, yang dalam masa jabatannya terdahulu belum sempat terselesaikan.

 

Team suarapelita.com sebagai mitra Pemdes desa Sayang, berkesempatan mewawancarai Kades Desa Sayang tsb secara live.Pada kesempatan tsb dirinya bermula mengucapkan banyak terimakasih atas amanah yg diberikan oleh masyarakat desa Sayang, yang telah mempercayainya untuk mengemban amanah tsb dua periode berturut-turut, dirinya pun berjanji akan secepatnya menyelesaikan PR (Pekerjaan Rumah)yang pada masa kepemimpinan nya dahulu belum terselesaikan.

 

 

 

Menjawab pertanyaan awal perihal Bidang Sosial terutama tentang penyandang Disabilitas yang mengacu pada UU No 8/2016 yang mana disebutkan adalah Kesetaraan sosial untuk seluruh Rakyat Indonesia khususnya penyandang cacat/ disabilitas. ” Saya akan data ulang walaupun sudah didata dan dahulu dikepemimpinan saya dahulu pun sudah terdata dan pernah mendapat Dana bantuan, agar dengan pendataan ulang dimaksudkan yaitu Tepat guna dan Tepat Sasaran”.

 

Ditambahkannya pula, Pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas dinas terkait agar terjalin kembali Sinergitas Serta ketika dengan berdasarkan data data yg kami Sampaikan itu bisa menjadi perhatian dari para pemangku kebijakan dan bantuan dana jika memang sudah layak dari apa yg kami butuhkan untuk kami salurkan kembali kepada yg berhak mendapatkan agar sesegera mungkin terealisasi dan tepat sasaran.

 

Disinggung perihal adanya “Rumah” atau Lembaga yg mengurusi penyandang Disabilitas yg ada di Kabupaten Sumedang, Pemdes Desa Sayang akan berikan data data pendukung hasil verifikasi dilapangan agar kami bisa mendapat apa yg menjadi kebutuhan para Difabel di Desa kami, tambahnya pula.

 

 

 

Untuk bidang Seni dan Kebudayaan, Dodi Kurnaedi.S.p.d.i., mengatakan bahwa jenis kultur seni budaya di desa Sayang memang beragam akan tetapi yg paling mencolok dan menjadi kebanggaan masyarakat desa Sayang yaitu Seni Pertunjukkan Reak.Seni pertunjukkan Reak itu sendiri tuturnya adalah Seni pertunjukkan sejenis kuda lumping akan tetapi dibubuhi aroma magis yg sebelum pertunjukkan dimulai pimpinan pertunjukkan Reak melakukan Ritual doa terlebih dahulu untuk meminta perlindungan dari Tuhan sang pencipta alam Alloh Swt, agar para pemain Reak yg masing-masing pemainnya dimasuki roh-roh Leluhur dan tidak sadarkan diri menari, berguling guling dan mempertontonkan aksi debus yg para personelnya tidak sadarkan diri mengikuti irama tetabuhan gamelan yg melantunkan tembang tembang Sunda Buhun serta di iringi merdunya suara sinden menyanyikan tembang Sunda dengan penuh aroma magis.

 

Seni Reak dari desa Sayang, tambahnya pula pernah menjadi wakil Kabupaten Sumedang untuk berlaga ataupun sebagai Duta kabupaten Sumedang ditingkat Provinsi dan mendapatkan Prestasi yg membanggakan, dirinya pun berharap bahwa kedepannya akan terus menjaga,melestarikan budaya yang menjadi Warisan leluhur tersebut dan bukan tidak mungkin bisa go internasional.

 

 

Pemdes Desa Sayang pun akan terus mendukung program unggulan dari visi misi Bupati Sumedang beserta jajaran yaitu “Sumedang Simpati” dan menghimbau kepada masyarakat desa Sayang khususnya, masyarakat Sumedang pada umumnya untuk melaksanakan apa yg tercantum dalam isi visi misi “Sumedang Simpati” demi terwujud nya Sumedang yg terus berprestasi, dan menjadikan siapa pun yg bertandang ke Sumedang merasakan kenyamanan, keindahan, dan ketertiban serta Suasana yg kondusif.

 

Dengan adanya Gedung Sabusu (Saung budaya Sunda) yg secara letak teritorial wilayah masuk ke desa Sayang Rw 11, Dodi Kurnaedi berharap bermula dari gedung Sabusu tersebut akan muncul seniman seniwati Sunda yg bisa mengharumkan Kota Sumedang hingga ke Mancanegara dan juga bisa menjadi ajang bangkitnya kembali para tokoh tokoh seni yg saat ini hampir padam ditelan budaya yang mencerminkan era millenial yg jauh dari adat ketimuran yg kita miliki, ditambahkannya pula gedung Sabusu bisa menjadikan gedung yg bisa meningkatkan taraf ekonomi kerakyatan dari hasil kreatifitas para Seniman Sunda Sumedang jika diberikan ruang untuk para Seniman selain sering digelarnya pertunjukkan Seni dan budaya di gedung tsb juga diberikan ruang market bagi para Seniman menjajakan hasil kreatifitas mereka dan bisa menjadi daya tarik tourism baik itu wisatawan dalam negeri maupun mancanegara dan bisa menghasilkan devisa daerah, pungkasnya.

 

Team kontributor Suarapelita.

Asep nana/Nurdin/Supardi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *