SuarapelitaIIBandung,- Hallo guys.. Kali ini suara pelita akan adu battle tentang jiwa kritis emak- emak vs Mahasiswa zaman Now. Sebelumnya tau gak apa itu demokrasi? Oke menurut si Bos pengeahuan Demokrasi adalah bentuk pemerintahan di mana semua warga negaranya memiliki hak setara dalam pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup mereka. Nah sebagai negara demokrasi tentu kita faham bahwa kekuasaan itu ditangan rakyat.

Rakyat itu kan luas, salah satu yang selalu mengawal demokrasi adalah mahasiswa. Ets tapi itu dulu yah, pasalnya kebangkitan mahasiswa di zaman Trisakti lamban laun memudar entah faktor apa penyebabnya. Sekarang ini era demokrasi milenial dengan sosmed sebagai media paling demokrasi menempatkan ada persaingan kritisme yang mengalahkan mahasiswa. Siapa mereka? Ya siapa lagi kalau buka “The Power Of Emak- Emak”.

 

Gila tongkat kritisme demokrasi kini sudah diekstapetkan ke emak- emak milenial. Sebuah kemajuan besar di era emansipasi. Dari pada bufering mending kita batle tentang siapa yang paling kuat kritis demokrasinya apakah Mahasiswa atau Emak- emak milenial?

1. Siapa yang Lebih Tau Lapangan ?

Berbicara tentang demokrasi sebenarnya siapa yang lebih tau lapangan mahasiwa atau emak- emak?. Jika harga dipasaran melonjak tajam siapa yang lebih peka? Jawabnanya tentu emak- emak. Ya mereka sangat tau betul harga bahan pokok di pasaran sehingga mereka tau pengeluaran yang harus dihitung. Pemasukan dan pengeluaran tentu ini harus diatur sedemikian rupa.

Oke coba bayangkan jika harga dipasaran tiba- tiba naik melonjak tajam namun penghasilan sama. Apa yang mereka perbuat? Pasti kalau tidak marah- marah ke suami mereka karena ada beban lain yakni bayar listrik, bayar uang sekolah dan lain lain mereka akan meminta uang lebih sedang pemasukan sama. Akhirnya emak- emak ini memilih mengurangi anggaran belanja mereka.

Akhirnya kritis itupun muncul, dengan teori The power Of Emak- Emak ketika pemerintah menaikan harga bahan pokok sikap nalar kritis demokrasinya melebihi para mahasiswa.

Oke sekarang kita posisikan sebagai mahasiswa. Kebanyakan mereka kurang tau situasi di lapangan sehingga nalar kritisnya kurang ke asah. Mereka masih diajarkan lurus belum tau situasi pertempuran sesungguhnya. Demokrasi iya mereka faham namun mungkin hanya sebatas tekstual. Ketika bahan pokok naik respon reaksi mereka tak sebesar para emak- emak. Mungkin karena mereka belum tau sebuah pertempuran lapangan menjadikan nalar kritis mereka tidak sebesar dulu.

Coba kita bandingkan dengan mahasiswa zaman dulu mereka belum mengenal hp jadi mereka saling bertemu kala mau berdiskusi. Dari pertemuan langsung ini menyebabkan arus kritis yang kuat sehingga para mahasiswa zaman dulu lebih punya power.

2. Kebutuhan Mengalahkan Segalanya

Para emak- emak milenial bentuk kritisnya lebih punya power mengingat kebutuhannya lebih besar dibanding para mahasiswa. Zaman sekarang adalah zaman informasi dan komunikasi sehingga mereka tau segalanya. Ditambah mereka faham dan mengalami situasi medan tempur seperti apa. Kebutuhan merekapun besar sehingga siapapun yang menyenggolnya pasti kena omelan dahsyat. Disinilah nalar kritis demokrasi begitu menggelora jika dibanding mahasiswa zaman sekarang karena faktor kebutuhan merekapun tidak sebesar para emak- emak.

3. Emak emak Ingin Selalu Benar

Oke kalian pernah melihat emak- emak memasang lampu sein belok kiri tapi belok kanan. Terus coba kalian tegur siapa yang seharusnya marah. Jangan coba menegur emak- emak atau kalian yang akan di bacok. Ya emak- emak punya alasan berdalih untuk menang kalian tegur pasti akan kena semprotan maha dahsyat emak- emak. Mungkin kalian tidak berani lagi mendekati mereka. Ya emak- emak militer tangguh dan ingin selalu benar.
Begitupun dengan setiap kebijakan jika ada yang membuat mereka terusik maka para emak- emak akan siap bertempur.

Nah itulah The power Of Emak emak dalam Kritis demokrasi di zaman Milenial. Jadi untuk para Mahasiswa yang dulu pernah disebut Rajanya Demokrasi apakah siap tongkat etapet keemasan itu berpindah ke Emak- Emak Milenial?.

Salam Cuitan Emak Milenial
14/04