Suarapelita.com Sawahdadap.
Lantunan do’a-do’a bertaburkan ayat-ayat suci al-Qur’an, begitu terdengar merdu dan memberikan sentuhan yang begitu khusyu dan syahdu, sekaligus membelah heningnya suasana ruangan sebuah makam berartistik klasik.

Ziarah kubur, itulah yang sedang dilakukan warga Sawahdadap di sebuah makam Mbah Aulia. Tepatnya di Dusun Pasung Desa Sawahdadap Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang, Minggu 15/09/2019.

Ritual ziarah itu dilaksanakan dalam acara syukuran Panitia Penataan Makam Astana Gede setelah selesainya pembangunan jalan sekitar makam.

Acara syukuran yang berlokasi di tempat pemakaman itu dihadiri para Ketua RT, RW, MUI, PKK, BPD, Karang Taruna, Ketua DKM, tokoh masyarakat, dan dilaksanakan dengan khidmat.

Maman, Ketua Panitia Penataan Makam, mengatakan, acara syukuran ini bertujuan untuk melaporkan hasil penggalangan dana, serta ungkapan tasa syukur karena keinginan “ngamumule” Tempat Pemakaman Umum (TPU) ini telah direspon dengan baik oleh Pemdes Sawahdadap.
“Pembangunan jalan dengan panjang 338 meter ini menelan biaya yang sangat fantastis sebesar Rp. 49.785.000,” ungkap Maman.

“Kami sangat berterima kasih kepada masyarakat Sawahdadap yang telah memberikan donasi khususnya, dan kepada Pemdes Sawahdadap yang telah merespon sekaligus mendukung penataan makam ini.” ujarnya.

Begitupun Ketua MUI, Ust. Rahmat, S. Pd. I dalam sambutannya mengapresiasi dan bersyukur atas inisiasi penataan makam ini.

Sementara itu, Kepala Desa Sawahdadap, Suganda, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh warga Sawahdadap dan Panitia Penataan Makam yang telah memprakarsai dan berpartisipasi aktif membangun jalan makam, dan berharap agar selalu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah ‘Azza Wajalla, menjaga persatuan dan kesatuan, juga bergotong royong dalam menjaga dan memelihara hasil pembangunan.

Sebelum acara ziarah dimulai mantan Ketua MUI Sawahdadap, KH. Oom Sulaeman mengingatkan dengan menyitir QS. Ali Imran:169. “Dan janganlah kalian mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, sebenarnya mereka itu hidup, di sisi Tuhannya mendapat rezeki.
Sumber Data : (Jet Muttaqin).