Suarapelita.com,-Ketidak adilan hukum dirasakan oleh Nining (45) warga Kampung Kubang Rt/Rw:05/08 Desa Neglasari kecamatan Kadungora kabupaten Garut ini, merasa was was dan tidak akan mendapat keadilan ketika mendengar penjelasan dari pihak konseling( pembimbing untuk anak dibawah umur yang melakukan tindak kejahatan,dari Bappas Garut ) 15/06/2019,Kadungora Kabupaten Garut. Menurut pihak konseling bahwa tersangka A,yang melakukan pencurian dirumah nya korban dengan jumlah kerugian Rp.27,000,000. ( Dua Puluh Tujuh Juta Rupiah ) disinyalir bisa bebas jika di persidangan nanti terbukti bisa membuat Hakim atau Jaksa memutuskan vonis Bebas tanpa syarat.

Setelah Hampir 2 bulan pelaporan yang dilakukan oleh sdr.Nining 45thn,atas pencurian yang menimpa dirinya sebagai korban oleh tersangka A,ke Polsek Kadungora,dan kini tersangka sudah ditahan dan sedang menunggu Proses selanjutnya,kini Nining,ibu rumahtangga yang pekerjaan sehari harinya adalah penjual mainan dan aksesoris yang menyewa kios di alun alun leles kabupaten Garut,harus harap harap cemas dan hampir tidak percaya atas penjelasan petugas dari Bappas Garut yang menangani Bimbingan/Konseling bagi anak dibawah umur yang terlibat tindakan kejahatan yang sempat mengeluarkan kata kata bahwa terkadang sang tersangka A bisa bebas jika itu di persidangan segala sesuatunya bisa membuat meyakinkan hakim dan jaksa untuk mengetuk palu bebas tanpa syarat,Nining pun menambahkan bahwa dengan penjelasan tersebut dirinya seakan tidak akan mendapatkan keadilan atas apa yang sudah menimpa dirinya.

Adalah A,Tersangka yang kini mendekam dibalik Jeruji Polsek Kadungora yang jika melihat usianya adalah 17 tahun lebih 10 bulan akan tetapi sebelum tertangkap setelah adanya pelaporan sdri.Nining ke Polsek Kadungora,A sempat dinikahkan dahulu oleh orangtua pacarnya,yaitu bp uj,warga kp bojong desa neglasari Kecamatan Kadungora Kabupaten Garut,yang dengan dasar untuk menutupi aib keluarga bp uj tersebut karena R anak dari bp uj tersebut harus melahirkan anak hasil perbuatan R dengan tersangka A.
Jikalau memperhatikan status usia dari tersangka A yang walaupun dibawah umur akan tetapi jika pun ketika dinikahkan dengan alasan hamil Pra Nikah,bukankah sudah menjadi Peraturan dari Pemerintah bahwa jika lelaki dan perempuan yang masih dibawah umur itu tidak boleh dinikahkan,dan walaupun dengan kejadian hamil Pra Nikah dan tetap di dinikahkan berarti sudah dianggap dewasa karena sudah bisa melakukan hal hal yang dilakukan oleh pasangan yang sudah layak untuk atau sudah menikah.

Kronologi kejadian pencurian yang merugikan sdri Nining terjadi Pada tgl 4 Maret 2019 Silam dirumah korban.Awal perkenalan antara Korban dengan Tersangka A adalah,Tersangka A dibawa dan diperkenalkan oleh Saksi a/n feri warga kp Lunjuk Kadungora Garut,untuk membantu proses pengerjaan renovasi rumah korban yang pada saat itu korban mendapat suntikan pinjaman dana dari Bank dengan cara menyimpan agunan sertifikat Rumah sdri.Nining dengan jumlah uang Rp. 27,000,000. (Dua puluh juta rupiah) yang disimpan oleh korban di lemari pakaian dibawah tumpukan baju baju korban.


Alasan Feri,membawa dan memperkenalkan tersangka A untuk membantu pengerjaan renovasi Ĺ—umah korban sebagai buruh serabutan dalam proses pengerjaan tsb.Feri kepada Korban menyampaikan bahwa pun jika feri dan A membantu melakukan meringankan korban proses renovasi rumah korban itu tak usah mesti dikasih gaji hanya saja cukup untuk dikasih makan dan rokok serta tidur di tempat korban pun,ujar Nining.sementara ketika tersangka A ditanya oleh sdri.Nining via wa,bahwa feri bilang ke tersangka A akan digaji Rp.3,00,000. ( tiga ratus ribu rupiah ).

Menurut korban,feri yang membawa tersangka A pulang tanpa pamit ke korban pada saat kira kira subuh ketika korban dan suami nya pergi ke pasar satu hari sebelum tersangka A mencuri uang korban atau tepatnya tgl 03/03/2019,dan sementara tersangka A melakukan aksinya dan baru diketahui oleh korban bahwa korban telah kehilangan uang Rp.27,000,000 tsb pada tanggal 06/03/2019 pada pukul 17.00wib.

Ditambahkan oleh korban setelah kira kira satu bulan pasca pelaporan korban kepada Polsek Kadungora,Korban yang juga terus mencari keberadaan tersangka A,yang menurut feri pergi ke daerah Jakarta Selatan untuk bekerja di salah satu tempat Futsal ternama,akhirnya mendapatkan no kontak wa tersangka dari pacar tersangka A,yaitu R dan mendapatkan pengakuan dari tersangka A melalui chatting whatsup,bahkan tersangka A menyebutkan otak dari pencurian tsb adalah feri dan hasilnya dibagikan dengan empat orang temannya yang berasal dari Limbangan Garut.Menurut korban pula setelah mendapat chatting whatsup dari tersangka yang menyebutkan feri adalah otak dari pencurian tsb meski yang melakukan eksekusi pencariannya tersangka A,maka korban pun mendatangi rumah feri,akan tetapi feri yang didampingi keluarganya merasa tidak senang atas pengakuan dari tersangka A tsb bahkan berujar akan menuntut serta melaporkan balik tersangka A ke pihak kepolisian jika tersangka A sudah tertangkap.Dan pada saat mendatangi keluarga feri itupula,Korban mendapatkan kesepakatan hitam diatas putih dari feri dan keluarga feri yaitu yang akan ikut mengganti uang korban dengan cara mengangsur sampai dengan setengah dari jumlah uang korban yang hilang sebesar Rp.5,00,000. ( Lima ratus ribu Rupiah ) perbulan dan perjanjian tsb pun disaksikan oleh petugas bhabinkamtibmas dari polsek Kadungora,dengan alasan bahwa feri dan keluarga ikut bertanggung jawab atas hilangnya uang korban yang dicuri oleh tersangka A,yang dibawa oleh feri dan diperkenalkan kepada Korban,akan tetapi menurut korban satu bulan pasca perjanjian tersebut baik feri ataupun keluarga tidak membayarkan uang tersebut bahkan menyebutkan silahkan kalaupun feri harus pula ditahan oleh pihak kepolisian karena feri tidak bersalah tutur korban kepada team Suarapelita.com.

Selain itupula korban pun sempat merasa tenang setelah team Penyidik Polsek Kadungora melayangkan surat pemanggilan untuk tersangka A dan feri,akan tetapi walaupun surat pemanggilan pertama itu seakan tidak di digubris oleh tersangka A yang menurut kabar dari sdr.uj,Tersangka A masih berada di jakarta selatan dan bekerja bersama sdr.uj yang notabene sekarang sudah menjadi mertua tersangka A,sementara feri sendiri menurut korban sudah memenuhi panggilan Pihak Penyidik Polsek Kadungora akan tetapi entah tidak dilakukan pengembangan atas penyidikan terhadap feri,akhirnya feri tidak ditahan oleh Pihak Penyidik tutur korban kepada team Suarapelita.com

Bahkan korban pun sedang mempersiapkan bukti bukti baru untuk melakukan Laporan baru atas tersangka jika apa yang disampaikan oleh korban yaitu menyelesaikan permasalahan ini dengan secara kekeluargaan walaupun tersangka kini sudah ditahan oleh Penyidik Polsek Kadungora,yaitu dengan cara mengganti uang korban meski harus diangsur oleh tersangka dan juga feri,karena menurut korban,sangat membutuhkan uang tersebut untuk biaya renovasi rumah korban yang saat ini kondisinya hampir roboh,dengan akan melakukan pelaporan tentang sudah merasa dibohongi dan merasa dipermainkan oleh tersangka melalui percakapan whatsup satu bulan sebelum tersangka ditangkap,dan akan menjerat tersangka dengan pasal baru yaitu perbuatan tidak menyenangkan dan juga meminta pihak penyidik untuk melakukan pengembangan dan olah Tkp,serta meminta keadilan yang se adil-adilnya,ditambahkan oleh korban justeru kabar dari pihak kepolisian tersangka menyerahkan diri dan bukan ditangkap itupun ada kabar dinikahkan dulu oleh sdr.uj untuk menutupi aib keluarga uj dan setelah itu tersangka yang tubuhnya dipenuhi tatto tsb menyerahkan diri kepada Polisi, ” Teteh mah merasa ada kebohongan yang harus di ungkap oleh Penyidik karena dari perlakuan tersangka melalui whatsup ke Teteh sebelum tersangka tertangkap akan pulang dan meminta Teteh untuk melindungi keselamatan tersangka A karena tersangka A akan pulang dan siap mengganti uang Teteh,bahkan sdr.uj pun menyebutkan bahwa sdr.uj meminjamkan handphone nya kepada tersangka A,dan menyuruh tersangka A untuk pulang ke garut yang ternyata itu semua bohong,sampai sampai Teteh dibikin seperti orang bego menuruti tersangka A yang meminta Teteh menunggu di alun alun Leles yang pada saat itu Teteh dengan keluarga menunggu tersangka A dari jam 16.00wib,sampai jam 08.00 pagi wib,aya Naon ieu beut geuningan dikawinkeun heula ku si uj anu padahal ti saeunggeus na si uj nitah balik ka si A jeung nyebutkeun teu nyaho deui dimana si A jeung Geus Moal ikut campur deui urusan si A jeung menta tong di babawa,( ada kebohongan apa ini,tokh ternyata tersangka A dinikahkan oleh sdr.uj yang padahal pada saat itu bilang setelahnya tersangka A disuruh pulang oleh sdr.uj dan sdr.uj pun menyebutkan sudah tidak tahu lagi keberadaan tersangka A,dan meminta agar tidak diikut sertakan lagi soal tersangka A karena tidak tahu menahu awalnya), ” boa Teuing duit Teteh teh dipake kawin jeung dipoya poya,jeung kunaon si feri teu dipanggil deui nalika si A Tos beunang,( siapa tahu uang Teteh itu ternyata dipakai biaya nikah dan poya poya,dan kenapa si feri yang saat ini katanya sedang bekerja di daerah tangerang tidak dipanggil kembali oleh pihak kepolisian setelah si A ditahan,pungkasnya.

Team Suarapelita.com,akan terus mengikuti perkembangan kasus ini hingga apa yang diharapkan oleh korban benar benar tercapai.

Kontributor Asep Nana.