ISU LGBT MEMBUAT WARGA MAJALAYA GERAM

ISU LGBT MEMBUAT WARGA MAJALAYA GERAM
14 Feb
SUARA PELITA I BANDUNG,- Isu tak sedap yang melanda kecamatan Majalaya dan Paseh Kab. Bandung  terkait gencarnya adanya suatu komunitas Lesbian Gay Biseksual Transgender (LGBT). Spontan isu tersebut membuat sejumlah kalangan pemuda geram. Para pemuda setempat berharap, komunitas tersebut jangan sampai ada dan berkembang di Majalaya dan Paseh (13/02/2019).
“LGBT itu merupakan bagian dari perilaku yang menyimpang. Kami mengetahui dari sejumlah grup whatsapp yang mempertanyakan dan mengecam adanya isu LGBT ada di Majalaya dan Paseh. Sementara kami sebagai warga asli Majalaya tidak pernah tahu dan melihat ada kegiatan LGBT di Majalaya,” ungkap Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Majalaya, Deden Asrul di Majalaya.
Yang lebih membuat dirinya geram dan tidak terima, lanjut Deden, setelah ada pihak yang menyebutkan kegiatan komunitas LGBT di Gedung Koni Sajabat Desa Majakerta Kecamatan Majalaya.
“Ada juga di Gedung KONI Sajabat itu, komunitas waria yang melakukan kegiatan olahraga. Memang kegiatan mereka juga masuk dalam pengawasan sejumlah pihak,” kata Deden.
Pria inipun menambahkam untuk mencegah berkembangnya prilaku menyimpang tersebut, tidak lepas dari peranan para ulama atau tokoh agama dalam mensosialisasikannya kepada masyarakat.
“Harus ada pembinaan dari tokoh ulama atau agama dalam melakukan pembinaan akhlak dan moral kepada masyarakat. Jangan sampai isu LGBT ada dan berkembang di Majalaya dan sekitarnya. Jika dilihat dari sisi agama, prilaku menyimpang itu bertentangan dengan agama. Bahkan pemerintah juga melarang adanya komunitas tersebut,” ujar Deden.
Ia juga berharap kepada para orang tua lebih ketat dalam mengawasi keseharian anak-anaknya.
Tidak hanya itu, imbuh Deden, para orang tua harus mendorong anaknya mengikuti pendidikan agama.
 “Jika anaknya dipupuk dan dibekali pendidikan agama akan memproteksi anak tersebut terpengaruh prilaku yang tak baik,” katanya.
Lebih lanjut Deden mengatakan, pendidikan di dalam keluarga menjadi kunci penting untuk membantu anak-anak tersebut berada pada rel yang benar. “Jangan sampai anak-anak salah bergaul,” katanya.
Berkembanya isu komunitas LGBT itu menjadi persoalan sosial  di kalangan masyarakat.
“LGBT ini bagian dari penyakit masyarakat. Untuk itu, komunitas ini jangan sampai ada di Majalaya,” kata Deden.
Iapun menuturkan tentang geramnya dia terkait adanya isu pemberitaan tersebut sama dengan merusak nama baik daerah. Apalagi isu tersebut menyebar sangat cepat di kalangan masyarakat. Warga luar daerah juga sempat ada yang bertanya, terkait pemberitaan tersebut. (5417)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *