Suarapelita.com,- Kepala desa Sawah Dadap didampingi aparatur desa serta Ketua Rt/Rw laksanakan rapat pembangunan rabat beton yang juga dihadiri tokoh-tokoh masyarakat dan warga masyarakat rw 1 Rabu (17/07) di Sawah Dadap Cimanggung Sumedang.

Anggaran pembangunan rabat beton menggunakan bantuan dana desa sebesar Rp.52.000,000(Lima puluh dua juta rupiah)dengan perincian :

  • Upah Pekerja Rp.11.860000
  • Material Rp.38.472000
  • Upah Pengurus Rp.1.500,000
  • Pajak Rp.4.434000.

Sebelum mewawancarai Kepala Desa,team kontributor Suarapelita.com berkesempatan berbincang dengan tiga tokoh masyarakat,Kadus II,Anggota BPD,dan Ketua Rw 11.

Kadus II Sofyan menyampaikan,dalam rapat ini kepala desa memberikan suatu pengetahuan dan keterbukaan dalam proses melaksanakan program pemerintah yaitu pembangunan fisik rabat beton wilayah rw 11 dibawah Kadus II,sebagai Apdesi kami punya pimpinan yang bijak dan selalu memberikan pelajaran yang sangat berharga dalam konteks menjalani kehidupan bermasyarakat,selain itu pula pimpinan kami adil dan selalu terbuka dalam setiap pembangunan-pembangunan yang merupakan program pemerintah pungkasnya.

Nunung anggota BPD,yang mewakili Ketua BPD yang berhalangan hadir menyampaikan,pihaknya sangat setuju dengan apa yang menjadi hasil rapat,perihal transparansi anggaran dan mekanisme sistem kerja dalam pembangunan rabat beton tsb,bahkan disetiap pembangunan sebelumnya diwilayah sawah dadap lainnya terbukti jauh dari kata penyelewengan,dan dalam pelaksanaannya pun sesuai dengan data yang disampaikan dan ditentukan,selain itu kinerja serta kebijakan kepala desa sangat bagus ujarnya.

Sodikin ketua Rw 11 menambahkan,kesimpulan hasil rapat adalah nilai positif agar masyarakat paham dan bisa menepis isue-isue penyalahgunaan anggaran dana desa,disisi lain juga semoga ada swadaya masyarakat untuk pembangunan masjid di rw kami yang berbarengan dengan pembangunan rabat beton,harapannya pula selain pembangunan fisik,kami berharap agar ada peningkatan dibidang sarana kesenian dan tempat pembuangan sampah atau pengolahan sampah pungkasnya.

Sementara itu di rumah kediamannya,kepala desa Sawah Dadap Suganda menyampaikan bahwa dirinya sesuai dengan perintah Presiden RI Ir.H Joko Widodo,perihal penggunaan bantuan dana desa seluruh lapisan masyarakat harus mengawasi,baik itu instansi terkait,Penegak hukum,BPD,Rw,Rt ,dan masyarakat.ditambahkannya pula bahwa setiap akan melaksanakan pembangunan program pemerintah,saya selalu melakukan rapat perencanaan pembangunan dan keterbukaan anggaran,sesuai dalam uud informasi keterbukaan publik,akan tetapi jika ada sisa dari anggaran tsb silahkan diatur oleh masyarakat itu sendiri dan dipergunakan untuk masyarakat,agar tidak ada unsur suudzon,miss komunikasi,yang akhirnya akan muncul distrust,serta pertanyaan yang tidak mendasar yang jika sudah terjadi distrust akan sulit membangun komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat.


Dijelaskan juga oleh kades Suganda,brutto anggaran Rp. 52.000.000 tsb untuk panjang 482m²,Lebar 1.2m²,dan tinggi 0.08cm.untuk para pekerjanya yaitu masyarakat dari rw 11 nya sendiri dan Didesa kami saya terapkan jika ada pembangunan di satu titik rw maka yang mengerjakannya masyarakat dari rw nya tsb dan begitu seterusnya,dengan tujuan bahwa bantuan dana desa ini adalah untuk pembenahan lingkungan,kesehatan,akses jalan guna mempermudahkan baik itu hasil produksi tani,orang berdagang dan juga efektif dan efisiensi dalam cos pengeluaran biaya masyarakat dalam melakukan aktivitas ekonomi.Ditambahkannya pula,bantuan dana desa bisa juga diberdayakan untuk non fisik,diantaranya kesenian dan bidang lainnya.Untuk menjawab perihal pengolahan sampah,Kades Suganda menyampaikan,perihal sampah itu adalah trend nasional,itu dikembalikan ke perilaku serta kesadaran manusia nya itu sendiri,untuk pengolahan sampah Didesa nya Suganda membenarkan bahwa mereka memakai lahan yang sudah disepakati sebagai tempat pembuangan sementara yang dengan cara dibakar lalu dikubur,harapannya semoga dibalik kesadaran masyarakatnya untuk tidak membuang sampah sembarangan,semoga untuk kabupaten Sumedang mempunyai tempat pembuangan sampah dan pengolahannya,agar terciptanya motto Sumedang “Simpati”.

Kontributor : Asep Nana