SuarapelitaI Bandung, seorang wartawan berinisial FR yang bekerja di salah satu media online kerap kali menjadi gunjingan warga sawah dedep desa rancaekek. Pasalnya seorang wartawan yang sejatinya menjadi lidah masyarakat kini menyalahgunakan profesinya demi keuntungan semata. Menurut Dede (warga sawah dedep) selama ini warganya dipermainkan dalam masuk ke pabrik.

Pasalnya menurutnya ia dan warga setempat kerap kali di janjikan bekerja di pabrik tersebut. Bukannya warga setempat yang kerja malah warga asing (luar rancaekek) yang di prioritaskan bekerja disana. Sementara warga sawah dedep menanggung limbah dari pabrik.

Namun sejatinya wartawan menolong warga setempat alih- alih menolong FR malah ikut menciptakan permasalahan. Dia sering kali menawarkan iklan lowongan kerja mengenai pabrik tersebut dan dia sering menjadi calo dan meminta sejumlah bayaran kepada calin pekerja Pabrik tersebut.

Warga masyarakat Kampung Sawah dedeppun resah dengan oknum wartawan tersebut. Tim suarapelita menemui kepala desa sawah dedep. Menurut Suganda ia merasa resah dengan oknum wartawan tersebut karena warga desa menuduh pihak desa yang tidak- tidak. Padahal menurutnya ia sering sekali melakukan musyawarah kepada pihak pabrik dan pihak sekolah yang melaksanakan testing masuk ke pabrik tersebut namun hasilnya nihil.

Sistem yang mengatasnamakan warga kampung sawah dedep inipun sebenarnya sangat merugikan masyarakat. SMK tersebut mengatasnamakan warga sawah dedep dan menyuruh masyarakat setempat untuk testing masuk ke pabrik itu. Namun warga setempat hanya dipermainkan. Alih- alih mendapat pekerjaan malah warga di anak tirikan dan yang bekerja di pabrik tersebut adala orang luar.

“geus teu baleg wartawan teh, malah nyalokeun ku duit jeung wani ngiklan di Facebook padahalkan kuduna warga anu gawe teh, heu lamun terus kitu mah urang jeung ormas masyarakat arek maju wae”, kata dede.

Sementara itu pihak oknum wartawan tersebut masih enggan berkomentar. (Asep Nana )