Cikedung Suarapelita.com minggu-10/03/2019.

 

 

Mendekati 3thn berjalan hukuman yg didapatkan oleh Rohadi sebagai terpidana kasus gratifikasi aliran uang kasus LGBT atas narapidana pedangdut sohor Syaiful Jamil, yang kini Rohadi harus menjadi pesakitan di Lapas Sukamiskin Bandung, akan tetapi masyarakat Cikedung Kab indramayu justeru menginginkan keadilan yakni kebijakan dari KPK dan mempertanyakan serta meminta kebijakan presiden, berharap Presiden RI yg “Pro Wong Cilik”, agar RS RESYA dapat kembali beroperasi. Berbagai cara sudah mereka lakukan diantaranya mereka sudah sering melakukan aksi damai meminta agar ada keadilan yg mereka dapatkan yaitu beroperasi nya kembali RS Resya.

 

 

 

Seperti apa yg pernah disampaikan oleh Rohadi kepada team Suarapelita.com, bahwasanya hendaklah pemerintah ataupun KpK jangan melihat sisi Rohadi sebagai pesakitan, akan tetapi melihat sisi Sosial dan Kemanusiaan akan khalayak banyak yg mana masyarakat Cikedung khususnya yg membutuhkan RS Resya yg saat ini dalam genggaman sitaan KPK bisa dibuka dan beroperasi kembali demi kepentingan masyarakat banyak dibanding dengan hanya kepentingan suatu lembaga tinggi negara walaupun prosedur dari apa yg menjadi ketentuan kewenangan Lembaga tinggi Negara tsb.

 

 

 

Hal yg sama diungkapkan oleh Darim 62 thn, kakak dari terpidana Rohadi yg sengaja melepas apa yg diamanatkan oleh masyarakat Cikedung sebagai Camat Cikedung, tatkala mengungkapkan apa yg menjadi keinginannya sebagai warga negara Indonesia, yg sudah mentaati berbagai macam kewajiban sebagai warga negara Indonesia yg baik, namun Darim pun tidak mengelak dari apa yg sudah terjadi atas diri adik kandungnya tsb (Rohadi), tapi sebagai masyarakat biasa dirinya meminta agar masyarakat Cikedung mendapatkan keadilan meskipun Sarana Kesehatan yg kini dlm genggaman sitaan Kpk kembali bisa beroperasi demi melayani masyarakat Cikedung dan sekitarnya khususnya, umumnya warga Indramayu yg sudah sempat merasakan pelayanan Rs Resya.

 

 

Darim pun menambahkan, ketika dlm pengawasan Kpk, Kondisi Rs Resya saat ini sangat memperihatinkan, dikarenakan tidak ada pihak manapun yg berani mendekati ataupun memasuki Lokasi Kawasan RS RESYA, saat ini awalnya atas laporan warga yg berada didepan RS RESYA tsb alat alat ataupun sarana baik yg ada diluar ataupun didalam Rs RESYA dicuri atau dijarah oknum orang yg tidak berperikemanusiaan, dimulai dari Air Conditioner (AC),Kursi hingga,Alkes yg ada didalam dengan cara mereka merusak/menjebol pintu bahkan jendela Rs RESYA, bahkan ketika pihak Kpk yg pertiap waktu tertentu mengontrol kondisi sitaannya tsb dan Darim pun setelah melaporkan kepada petugas Kpk tsb mencoba Ikut masuk ke dalam lokasi Rs dan melihat kondisi yg lebih parah dibandingkan diluar atap atap rumah sakit jebol dimungkinkan oknum orang yg tak berperikemanusiaan tsb juga melakukan aksinya dgn cara menjebol atap.

 

 

Melihat kondisi tsb pihak/petugas kpk hanya menggeleng gelengkan kepala tutur Darim, ketika ditanya apakah sempat mencoba melaporkan kepada Pihak kepolisian setempat Darim menjawab bahwa sempat melaporkan akan tetapi itu semua dikarenakan dalam pengawasan kpk jadi pihak kepolisian pun tidak berani bertindak Untuk olah Tkp.

 

 

Ironi memang dikala masyarakat CiKedung membutuhkan sarana pelayanan kesehatan kini Rs RESYA harus hancur begitu saja selain tidak adanya yg berani mendekati area Rs tsb bagi orang orang yg taat dan patuh hukum dikarenakan dlm pengawasan pihak Kpk, dan akibat ulah tangan oknum yg tidak bertanggung jawab serta tidak berperikemanusiaan, kini Rs RESYA yg sempat menjadi buah bibir dari segi baIknya pelayanan yg sangat memperhatikan masyarakat miskin yg juga belum memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) Ataupun bpjs kesehatan dari pemerintah pun justeru mendapatkan pelayanan yg sama dikarenakan sesuai motto dan visi misi dibangunnya Rs RESYA tsb yaitu memberikan pelayanan terbaik kepada semua kalangan karena Rs RESYA berdiri atas masyarakat Indramayu dan untuk Masyarakat Indramayu pada umumnya.

 

 

Akankah sang pemegang pengawasan Rs RESYA saat ini (Kpk) akan membiarkan bangunan Rs RESYA ini menjadi bangunan rumah hantu dan hancur begitu saja yg padahal dalam masa pembangunan nya menghabiskan dana yg tidak sedikit dan sangat butuhkan sekali oleh masyarakat.

 

Team Kontributor Suarapelita.

Asep/Nurdin/Supardi.