APAKAH HANYA KARENA KURANG NYA DANA ANGGARAN SATPOL PP SEAKAN TUTUP MATA TUTUP TELINGA PERIHAL OKNUM PKL KAWASAN KAHATEX YG MELANGGAR ESTETIKA.

 

 

Suarapelita.com.09/03/2019.

 

 

Sebelum naik nya pemberitaan perihal kabid trantibgakkum polpp provinsi jabar menghadiri rapat opd Polpp se jabar di daerah kuningan 26-28 februari 2019 silam, team 86news.co disertai beberapa rekan media online ternama sempat menemui kabid trantibgakkum Polpp provinsi jabar dr.kamarul bahri m.p.d  dikantornya dengan berbekal berita perihal oknum pkl yg dengan sengaja menyimpan meja meja tempat mereka berjualan di median jln didepan kawasan pt Kahatex Rancaekek atau tepatnya rmj (ruas milik jalan) jalur Provinsi.

 

Akan tetapi para pkl yg saat ini berjualan didepan pt Kahatex yg sementara atas kebijakan dan hasil musyawarah unsur muspika kecamatan jatinangor diijinkan diatas saluran air depan pt Kahatex yg pihak pengelolanya dibawah pengawasan Polpp kec jatinangor ini masih belum ditindak lanjuti.

 

Dalam pemberitaan awal perihal oknum para pkl tsb bahwa team media pun mewawancarai kasie Polpp kec jatinangor a/n yuli handaka , yg waktu itu sempat menjanjikan sebelum diambil tindakan akan diberikan peringatan dengan cara memanggil pihak pengelolanya yg menjadi mitra dari Polpp kec jatinangor. Yuli handaka pun sempat menambahkan jika sudah diberikan peringatan masih seperti itu maka akan di tindak, sanpai berita lanjutannya team media sampai kan ke kabid trantibgakkum Polpp provinsi jabar pun tidak ada tindakan dari apa yg sudah dijanjikan oleh kasie Polpp kec jatinangor.

 

Bahkan ketika team Suarapelita.com bersama beberpa rekan media menyampaikan pemberitaan perihal oknum para pkl tsb ke kabid trantibgakkum Polpp provinsi jabar, yg sempat megeluarkan statement bahkan sudah menjadi isi dalam pemberitaan tentang tanggapan dari Polpp provinsi jabar akan kondisi kawasan pt Kahatex tsb, bahwa dikatakan oleh dr kamarul bahri selain dirinya akan memanggil kasat kasat Polpp dua kabupaten yang dekat dengan kawasan pt Kahatex tsb guna membicarakan hal tsb dan secepatnya agar diawali dengan pengiriman surat peringatan kepada para oknum pkl tsb atau setidaknya kepada pihak pengelola pkl tsb dan jika masih tidak di gubris akan dilakukan tindakan penertiban, juga tentang kenapa Polpp lambat untuk dalam soal penanganan itu dikarenakan karena minimnya dana anggaran yg ada dlm tubuh Polpp.

 

Janji janji itu hingga kini belum terlihat di realisasikan terbukti dengan di setiap team media melewati lokasi tsb pemandangan serupa masih seperti itu dan seakan dibiarkan.

 

Bahkan baik pemberitaan awal atau pemberitaan tentang tanggapan dari kabid trantibgakkum Polpp provinsi jabar pun sudah terkirim ke link link mitra partner media seperti ke Wagub jabar contohnya, kondisi ini tetap saja dibiarkan.

 

Kalau mengingat soal statement dari semua pihak yg kami wawancarai yaitu ketika sudah menyangkut soal “urusan perut” team gabungan media yg memberitakan tentang unsur kesengajaan para oknum pkl tsb, tidak mempermasalahkan perihal tentang adanya para pkl yg berjualan dikawasan pt Kahatex tsb, akan tetapi tentang unsur kesengajaan para oknum pkl yg sudah melanggar/merusak ¬†estetika ketika dengan sengaja menyimpan barang-barang alat mereka berjualan ditempat umum yg merusak keindahan dan itu seakan tidak tersentuh bahkan seakan diindahkan.

 

Lalu apakah dengan minimnya anggaran ditubuh Polpp provinsi jabar seakan memberatkan langkah nya untuk melakukan penanganan kondisi tsb?.

 

Tidak menutup kemungkinan juga dikawasan tsb melintas para pejabat atau petugas yg berkompeten dibidang penanganan kondisi tsb dan seakan menutup mata dan saling mengandalkan?.

 

Bukankah Gubernur jawabarat sangat mencintai keindahan dan kebersihan? .Lalu apakah kondisi ini akan dibiarkan begitu saja?.

 

Lalu selain Polpp yg berkompeten dibidang penanganan tsb, kemana pula dinas dinas yg mengurusi RMJ (Ruas Milik Jalan) yg seharusnya juga ikut peduli dgn kondisi yg sudah krodit tsb? Tokh tidak hanya soal meja meja Pkl yg sengaja disimpan di median jln akan tetapi permasalahan banyak nya tumpukan tumpukan sampah di berbagai titik median jalan jalur RMJ Provinsi.

 

 

Team tidak akan pernah berhenti memberitakan sebelum ada tindakan atau penanganan dari berbagai pihak.

 

Team kontributor Suarapelita.com

Asep/Nurdin/Supardi.