SUARAPELITA I BANDUNG,- Revolusi Industri 4.0 merubah wajah dunia, termasuk Indonesia. Menurut Jed Taro Donburg seorng smart nation faktor terbesar dalam revolusi ini ada internet. Seperti yang dikatakan Jed Taro di gedung CRCS Intitut Teknologi Bandung (ITB) (04/04) bahwa sejak tahun 1700an dunia sudah mengalami revolusi industri . Dunia saat ini semakin masif dalam penggunaan internet untuk tahapan industri dan lain- lain. Iapun menambahkan perubahan dunia sangat cepat.

“Nanti 2020 akses internet lebih gila biasanya 15 bite/ second nanti upgrade ke 5G menjadi 5Gb/ second. Jadi Kita harus bisa memanfaatkan adanya 5G ini, kamu harus berfikir start up apa yang bisa digunakan ketika teknologi 5G ini semakin datar”, Kata Taro aktif di smart Nation ini.

Senada dengan itu CEO PT Engginer Salman Subakar juga menambahkan bawa teknologi dan revolusi industri merubah wajah bangsa membangun sebuah negara dengan enterpreneur. Menurutnya suatu institusi pendidikan terus bersaing misal di universitas luar negeri itu kuliah saja tidak cukup, lihat youtube apa yang di tonton mahasiswa sana, buku apa saja yang dibaca demi membangun karir ke depan dan apa saja yang harus di lakukan dalam 10 tahun ke depan.

“Banyak yang harus di persiapkan dalam 10 tahun ke depan khusunya para mashasiwa. Di luar sana banyak yang bersaing. Kita lihat buku apa saja yang mereka baca, channel youtube apa yang di lihat dan masih banyak lagi yang harus di upgrade guna persaingan di era revolusi industri 4.0 ini yang paling penting bisa produk management dan IT”, ujar Salman.

Bangsa Indonesia tentu harus percaya dengan produk buatannya sendiri. “Nah pikirin nih ingin jual produk murah mengalahkan china atau bikin Brand. Ya Indonesia sih lebih bagus bikin Brand”, kata Salman.

Sejauh ini menurut Taro Indonesia punya 5 Unicorn, kelima unicorn itu bisa hidup dan maju tanpa bantuan dari pemerintah. Salah satunya Gojek yang berhasil menendang transfortasi dunia raksasa milik Blue Bird. Menurutnya Bangsa ini mempunyai potensi yang sangat besar. Hal positif dalam waktu 5 tahun kita dari 0 bisa mengalahkan Singapur yang hanya punya 1 unicorn.

“Kita berada di benua yang tepat, waktu yang tepat, kita harus memacu diri sendiri untuk mengejar passion kita”, kata Taro.

Tentu dalam evolusi Industri tidak semudah yang dibayangkan. Semua pihak perlu bersatu dari mulai Pemerintah, Masyarakat, Akademisi dan pers harus bersatu atas terwujudnya revolusi industri 4.0 ini.

“What you mind Indonesia Power? Colaboration key word, smart city, and smart nation. Industri 4.0 i, we, you can make together. Indonesia must start colaboration and lets Go . Milenial must study enterpreneur ( Apa yang kamu pikir tentang kekuatan Indonesia? Kuncinya adalah kolaborasi antara kota yang cerdas dan negara yang cerdas. Industri 4.0 saya, kita, kamu bisa melakukannya bersama- sama. Indonesia harus mulai berkolaborasi dan Ayo lakukan. Milenial harus belajar enterprener”, kata Ari Suro founder Datanomic smart nation.

Menyikapi perubahan industri tersebut Soni Rustiadi, SE,. MBA., Ph.D director for student Affairs Lecturer, enterprenership and technology Mangement di Institusi Teknologi Bandung (ITB), Bahwa perubahan itu menjadi sebuah keniscayaan. Revolusi industri 4.0 itu sudah berlangsung di luar sana. Disini menurutnya sudah dipersiapkan mahasiswanya juga setiap elemen bisnis yang ada di Indonesia untuk bergerak bersama di tengah lapangan. Karena menurutnya jika ini tidak bisa ditangkap sangat menyayangkan sekali pasalnya populasi penduduk Indonesia adalah nomor 4 terbanyak di dunia.

Di SBM ITB menurutnya sudah mempunyai program enterpreneurship baik di tingkat master maupun s1. Iapun menambahkan bahwa pihaknya sudah mempunyai produk kewirausahaan dan MBA di bidang enterpreneurship. Tak hanya itu di dalam kelas selalu mengapdate ke mahasiswa mengenai modul- modul yang diberikan dan diambil perkembangan terakhir dari link starup sehingga ke depannya mempunyai link bisnis.

“Tentunya perkembangan bisnis ini yang dihadapi adlah 4.0 yang melibatkan koneksi dari berbagai pihak. Data dari semua perangkat dan elemen tadi merupakan hal penting. Maka istilah dari big data analisis, internet option kita akrabkan ke mahasiwa di usia dini. Begitupun di luar kelas dimana mahasiswa ini merupakan bukan hanya mengedivikasi peluang tapi menjadikan peluang sebuah bisnis star up yang di dorong menjadi lebih baik ke depannya”, kata Sony kepada suarapelita.com. (San)